Herdiansyah, Mahasiswa PFTV Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Cetak
Image 28 May 2024

D’Media, (28/05/2024) – Mahasiswa PFTV Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) kembali mengukir prestasi. Setelah sebelumnya ia berhasil meraih beasiswa Pilmapres tingkat nasional, kini Herdiansyah Dwi Saputra berhasil meraih juara 3 tingkat nasional di perlombaan video kreatif.

          Ia memenangkan lomba video kreatif dalam acara ‘Dinusfest 2024’ antar SMA/SMK/MA/Universitas tingkat nasional. Penyelenggara acara ini adalah Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Acara ini berlangsung pada 20 Januari 2024 hingga 26 Januari 2024 yang dilakukan secara online.

          Mahasiswa yang akrab dipanggil Herdi tersebut menceritakan bahwa ia pernah menyabet juara 1 dalam perlombaan serupa. “Sebelumnya pada tahun 2023, saya juga mengikuti lomba ini dan alhamdulillah bisa juara 1,” ujar Herdi. Ia menambahkan walau tahun ini ada penurunan, namun ini justru akan memacunya untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

          Dengan tema besar Together We Can Achieve The Extraordinary, Herdi mengerucutkannya ke sebuah sub tema yang ia beri judul ‘Bela Negara’. Ia kemudian membuat sebuah video berdurasi lima menit yang membahas tentang isu pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada tahun 2020 – 2021.

          Herdi menjelaskan bahwa ia ingin memberikan pesan bahwa dengan semangat bela negara, kita bisa memerangi pandemi Covid-19 melalui berbagai cara. “Pada saat itu terdapat beberapa cara untuk terhindar dari Covid-19, salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi,” ucap mahasiswa PFTV angkatan ’22.

          Video ini berkonsep non-dialog, sehingga Herdi hanya menggunakan visualisasi tiap scene by scene. “Saya menggunakan visualisasi yang sesuai dengan alur cerita agar penonton bisa mengintepretasi pesan yang ingin saya sampaikan,” kata Herdi.

Selama produksi video ini, ia dibantu bersama timnya yang berisi delapan orang. Delapan orang ini merupakan mahasiswa PFTV Universitas Dinamika. Mereka menghabiskan waktu sekitar satu bulan pengerjaan.

Tentunya dalam proses pengerjaan, Herdi menemukan suatu kendala. “Set pengambilan videonya berada di sebuah gedung terbengkalai, sehingga tidak ada supply listrik dan tempatnya tertutup. Akibatnya, kami sempat kekurangan pencahayaan untuk videonya,” ungkap Herdi. Namun, kendala tersebut dapat diatasi sehingga videonya berhasil menyabet juara 3.

“Semoga dengan lomba ini, bisa memotivasi saya untuk mengikuti lomba-lomba yang berhubungan dengan perfilman baik di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkas Herdi. (tta)


190 kunjungan