Latih Motorik Anak lewat Busy Book “Aku Bisa Mandiri” karya Mahasiswa DKV Undika

Image 12 Oct 2021

Maharani Sabilillah Ainnayah, Mahasiswa S1 Program Studi Desain Komunikasi Visual Undika membuat sebuah busy book bertema Aku Bisa Mandiri. Buku setebal 16 halaman ini berisi beragam aktivitas yang dapat melatih motorik anak usia 3-6 tahun dengan menggunakan metode Montessori Practical Life. Dalam pembuatan busy book agar lebih menarik, Bella sapaan akrab mahasiswa angkatan 2017 ini juga menyertakan dua karakter di dalamnya dan diberi nama Zara dan Tara.

“Ide awal pembuatan busy book ini kebanyakan memang melihat dari lingkungan sekitar dan saya juga punya keponakan di usia sekitar 3-6 tahun itu masih sering bermain gadget,” ungkap Bella. 

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa paparan gadget dan terlebih hadirnya smart TV di lingkungan anak-anak usia dini saat ini menimbulkan dampak yang kurang baik. “Anak di usia tersebut seharusnya butuh banyak stimuli tapi buku seperti ini masih belum banyak di pasaran,” kata Bella menjelaskan ide awalnya.


Penerapan metode Montessori Practical Life di dalam busy book karyanya ini, Bella mengajak anak-anak usia 3-6 tahun untuk lebih atraktif dan tentunya tetap dalam pengawasan serta pendampingan orang tua. Dalam busy book ini beberapa hal yang diajarkan adalah memilih dan menempelkan baju, menempelkan jenis-jenis makanan sesuai dengan instruksi yang tertulis, mengancingkan dan meresletingkan pakaian, membuat tali pada sepatu dan masih banyak lainnya. 

Busy book yang ia rancang selama dua bulan ini sedang dalam proses pengajuan Hak Paten.  “Semoga karya-karya anak bangsa ini bisa dihargai, karena meskipun saya mahasiswa tapi saya bisa menciptakan sebuah karya yang berguna di masyarakat,” harap Bella. 

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini Bella juga berpesan kepada teman-temannya untuk selalu melihat peluang dari lingkungan sekitar yang ada agar terus belajar dan mengembangkan ide-ide yang dimiliki. 


Meskipun konten dalam busy book “Aku Bisa Mandiri” masih terbatas pada kegiatan kebiasaan sehari-hari, respon positif disampaikan oleh Siswo Martono selaku dosen pembimbing Bella. Siswo mengatakan bahwa banyak orang tua yang berharap anaknya lebih cepat untuk memahami aktivitas yang dilakukan untuk dirinya sendiri secara mandiri. 

“Dan inovasi yang dibuat oleh Maharani Sabillilah ini menjawab keresahan para orang tua akan tumbuh kembang anak-anak usia 3-6 tahun,” tutur Siswo.

Ia juga berharap agar para mahasiswa tidak hanya mengembangkan kreativitas dan inovasinya sebatas pada penyelesaian tugas-tugas kuliah saja. “Namun lebih dikembangkan dengan mencari solusi terhadap  permasalah-permasalahan  yang ada di sekitar,” tutur Siswo. 


Humas Undika : Clara Ayu




SEARCH