Pustakawan dari Surakarta berburu Ilmu Algoritma Instagram di Universitas Dinamika

Cetak
Image 14 May 2024

D’Media, (14/05/2024) – Instagram adalah salah satu platform sosial media yang sejak dari rilis hingga saat ini tetap ramai digunakan oleh masyarakat umum. Yang awal mulanya Instagram hanya digunakan untuk mengunggah gambar atau foto pribadi, berkembang menjadi wadah untuk mempromosikan mengenai barang dan jasa individu maupun perusahaan. Untuk itu, pengetahuan mengenai algoritma sangat penting. Hal ini pun dikupas tuntas pada Seminar Nasional Instagram Library ‘Kupas Cara Optimalkan Algoritma Instagram’ yang diselenggarakan di Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya).


Lidya Rosiana, selaku Ketua Pelaksana acara, menjelaskan bahwa acara ini diprakarsai oleh Perpustakaan Universitas Dinamika yang juga bekerja sama dengan bagian Tech Inc Dinamika. “Kami bekerja sama dengan Afif Fathurrahman dari Tech Inc Dinamika untuk menjadi narasumber di seminar ini, karena mengingat Afif sendiri adalah seorang content creator untuk Tech In dan sudah memiliki banyak pengalaman mengelola beberapa akun Instagram,” ujar Lidya.


Acara seminar ini diselenggarakan pada Jumat (03/05/2024) pada pukul 08.00 hingga 11.00 di Ruang Auditorium lantai 1 gedung Universitas Dinamika. “Terdapat kurang lebih 40 orang pustakawan yang mengikuti seminar ini, dan ada peserta yang datang jauh dari Surakarta turut hadir,” ucap Lidya. Pustakawan yang hadir di acara ini datang dari pustakawan perguruan tinggi maupun sekolah.


Pustakawan yang datang dari Surakarta tersebut berjumlah tiga orang dan berasal dari sebuah perguruan tinggi swasta. Mansur Hidayat, salah satu pustakawan dari Surakarta, menceritakan pengalamannya saat menghadiri acara seminar ini. “Kami bertiga berangkat dari kampus (Surakarta) sekitar jam-jam subuh dan menggunakan kendaraan dari kampus. Perjalanan kami sekitar tiga setengah jam, dan Alhamdulillah kita tiba tepat waktu sehingga kami tidak tertinggal materi yang akan disampaikan,” kata Mansur.


Mansur juga menambahkan alasan dibalik antusiasme mereka untuk mengikuti seminar ini, sehingga berani menempuh jarak antara Surakarta dengan Surabaya yang jauh. “Kami tertarik untuk memperluas pengetahuan mengenai Instagram, karena kami sadar pentingnya memahami algoritma Instagram untuk kebutuhan perpustakaan, baik untuk konten dan promosi,” sambung Mansur.


“Berdasar dari keinginan kami untuk menambah ilmu, maka jarak antara Surakarta dan Surabaya pun berani kami terjang,” ungkap Mansur sambil tertawa. Seusai acara seminar ini, Mansur dan kedua rekannya langsung kembali ke Surakarta untuk melanjutkan aktivitas mereka. Dedikasi mereka pun diketahui oleh pihak panitia seminar, sehingga mereka menjadi salah satu peserta yang mendapatkan apresiasi peserta dengan predikat antusiasme tinggi.


Materi yang disampaikan oleh Afif Fathurrahman pada seminar tersebut memang dibutuhkan untuk para pustakawan yang memegang media sosial perpustakaan instansi masing-masing. “Ada lima cara untuk mengoptimalisasi Instagram, yaitu maksimalkan profil akun agar mudah dicari, cari segmentasi yang cocok agar pesan bisa tersampaikan dengn baik, penulisan caption yang juga memerhatikan kebutuhan serta bahasa, menggunakan hastag yang relevan, dan desain dari konten yang dibuat harus memerhatikan tema, pemilihan warna, dan font,” jelas Afif.


Animo dari peserta cukup tinggi, terlihat dari sesi tanya jawab serta sesi game kahoot. “Peserta aktif dalam bertanya dan saat sesi game kahoot, mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemenangnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputaran materi yang telah disampaikan. Ini menunjukkan antusiasme peserta terhadap seminar ini,” tegas Deasy Kumalawati, selaku Kepala Bagian Perpustakaan Universitas Dinamika. Seluruh peserta yang hadir diberi sertifikat atas partisipasi mereka dalam acara seminar ini.


Acara seminar yang berlangsung selama dua jam tersebut diakhiri oleh sesi penyerahan apresiasi kepada peserta yang paling aktif bertanya, peserta yang memiliki antusiasme tinggi, serta peserta yang menang di games kahoot. Kemudian, acara ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, narasumber, dan panitia.


“Harapannya, akan diadakan seminar atau workshop selanjutnya yang berkaitan dengan Instagram untuk bisa membantu pustakawan-pustakawan agar bisa lebih memahami algoritma Instagram bersama kami,” pungkas Lidya. (tta)


88 kunjungan